Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Pelatihan Bahasa Mandarin, Dorong Prajurit Kuasai Bahasa Asing

27 views

SIBERMEDIA.MY.ID, Sebanyak 40 prajurit Kodam XXI/Radin Inten mengikuti pelatihan intensif bahasa Mandarin yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Han Yuan Chinese Learning Center di Lampung.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi prajurit dalam menghadapi tuntutan kerja sama internasional di berbagai bidang.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meninjau langsung jalannya pelatihan pada Kamis (16/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

Owner Han Yuan Chinese Learning Center, Steven Cheng, menjelaskan bahwa pelatihan tahap pertama berlangsung selama 20 kali pertemuan dengan total waktu belajar sekitar 40 jam.

“Fokus pembelajaran pada tahap awal adalah membangun pelafalan yang benar. Kami menghadirkan dua pengajar asal Tiongkok yang merupakan penutur asli sehingga peserta dapat mempelajari pengucapan secara tepat,” ujar Steven.

Selain penguasaan pelafalan, para peserta juga mendapatkan materi percakapan dasar yang dapat diterapkan dalam komunikasi sehari-hari. Steven berharap program tersebut dapat berlanjut ke tahap berikutnya sehingga semakin banyak prajurit memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin.

Sementara itu, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kemampuan yang semakin dibutuhkan oleh prajurit di era modern. Menurutnya, bahasa Mandarin memiliki peran penting dalam mendukung kerja sama internasional, baik di bidang militer, teknologi, maupun pertanian.

“Kami memiliki berbagai bentuk kerja sama yang membutuhkan kemampuan bahasa asing. Dengan menguasai bahasa Mandarin, prajurit akan lebih mudah memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari mitra luar negeri,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh biaya pelatihan bagi 40 prajurit tersebut ditanggung oleh Kodam XXI/Radin Inten agar peserta dapat mengikuti proses belajar secara maksimal tanpa kendala.

Kristomei berharap pelatihan tidak berhenti setelah tahap awal yang berlangsung selama tiga minggu, tetapi terus berlanjut hingga para prajurit benar-benar memiliki kemampuan berbahasa Mandarin yang baik.

Ke depan, menurutnya, peningkatan kompetensi bahasa asing juga perlu diperluas melalui pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Spanyol sebagai bekal prajurit dalam mendukung berbagai penugasan serta kerja sama dengan negara-negara sahabat.

“Semakin banyak prajurit yang menguasai bahasa asing, semakin siap pula kita ketika membutuhkan personel untuk mendukung kerja sama internasional,” tutupnya.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih singkat seperti berita kantor berita (LKBN Antara), versi media online, atau versi rilis resmi TNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *