Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Perkuat Kapasitas 33 Kader Posyandu ILP di Lampung Utara, Dukung Percepatan Penurunan Stunting

42 views

SIBERMEDIA.MY.ID, LAMPUNG UTARA – Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Tahun 2026 di Desa Cabang Empat, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Program bertajuk “Penguatan Kapasitas dan Keterampilan Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam Rangka Pelayanan Kesehatan Paripurna” ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat berbasis Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan sejak 2023 dan 2024. Pada pelaksanaan sebelumnya, tim berhasil membentuk dan meresmikan satu Posyandu ILP sekaligus memberikan workshop peningkatan keterampilan dasar bagi kader posyandu.

Memasuki tahun 2026, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas kader melalui advokasi, evaluasi pascapelatihan, peningkatan keterampilan, hingga dukungan sarana dan prasarana Posyandu ILP.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih adanya tantangan kesehatan di Desa Cabang Empat. Data menunjukkan angka stunting masih berada pada 3,38 persen, sementara tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu (D/S) mencapai 81,54 persen. Di sisi lain, kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi juga masih perlu ditingkatkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjajakan bersama Kepala Desa dan tokoh masyarakat pada 5 Mei 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan Pemerintah Desa Cabang Empat menjadi mitra pelaksanaan program, yang diperkuat melalui Surat Keputusan Penguatan Pelaksanaan Posyandu ILP yang ditandatangani Kepala Desa Cabang Empat, Cik Jhon.

Selanjutnya, pada 17 Juni 2026 dilaksanakan kegiatan advokasi yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Ketua TP-PKK, kader posyandu, Puskesmas Kemalo Abung, serta tim pengabdian Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat pengembangan Posyandu ILP, meningkatkan sarana dan prasarana, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih representatif bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas kader, pada 15 Juli 2026 dilakukan penilaian keterampilan terhadap 33 kader yang berasal dari Posyandu Nusa Indah, Mawar, dan Sidomuncul.

Penilaian dilakukan melalui lima stase kompetensi yang mencakup 25 keterampilan yang harus dikuasai kader. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan pelatihan lanjutan dengan target sedikitnya 50 persen kader mampu mencapai kategori Kader Madya, yaitu kader yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan posyandu serta pelayanan kesehatan bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia.

Selain meningkatkan kompetensi kader, program juga mendukung pemenuhan sarana pelayanan Posyandu ILP berupa timbangan digital, infantometer, pita LILA, tensimeter, poster edukasi, serta lembar balik sesuai kelompok sasaran.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Dewi Sri Sumardilah, SKM, M.Kes, mengatakan keberhasilan transformasi Posyandu ILP tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas, tetapi juga kualitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang promotif, preventif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Dewi.

Melalui Program Pengembangan Desa Mitra ini, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang berharap Desa Cabang Empat dapat menjadi percontohan pengembangan Posyandu Integrasi Layanan Primer di Kecamatan Abung Selatan, bahkan di Kabupaten Lampung Utara.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader, memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sepanjang siklus kehidupan, serta mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *