SIBERMEDIA.MY.ID, LAMPUNG TENGAH – SMKN 3 Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng) dalam program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak menolak siswa dari semua kalangan.
Hal ini sebagai satu solusi di SMKN 3 Terbanggibesar dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah harus inklusi.
Artinya sekolah tidak tertutup dan mau bekerjasama menciptakan masyarakat yang adil, setara, dan terbuka tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Sejumlah 177 siswa baru kelas X di SMKN 3 Terbanggi Besar menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.Dari jumlah tersebut terdapat 1 siswa disabilitas yang masuk dan mengikuti MPLS Ramah tahun ajaran 2026-2027.
Plt.Kepala SMKN 3 Terbanggibesar Yuli Hartati,S.Pd menyampaikan bahwa untuk 177 siswa baru yang salah satunya adalah siswa disabilitas fisik, tinggal di Kampung Poncowati mengikuti MPLS Ramah yang berjalan selama 5 hari dari 13-17 Juli.
Merujuk juknis MPLS Ramah dilaksanakan tanpa adanya unsur perpeloncoan, melainkan penguatan karakter dari 7 kebiasaan anak hebat, juga menerapkan 5 S, Senyum,Sapa,Salam, Sopan dan Santun,” jelas Yuli.
Satu siswa disabilitas ada dikelas X, dan satu lagi siswa disabilitas yang saat ini sudah kelas XII, mampu mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) dengan baik.
Tingkat kepercayaan masyarakat ke sekolah ini meningkat drastis. Terbukti ditahun 2024 masuk 84 siswa.Lalu tahun 2025 naik 146 siswa dan tahun 2026 meningkat 177 siswa.
Sekolah ini memiliki 5 program kejuruan berupa Pekerjaan Sosial, Desain dan Produksi Busana,Teknik Instalasi Listrik, lalu Teknik Audio Vidio, dan Desain Komunikasi Visual, sudah mempersiapkan kelas unggulan mulai dari kelas X.
Siswa akan diberikan arahan, bimbingan, untuk mau melanjutkan ke pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sehingga selain siap masuk dunia kerja dan bisa berwiraswasta lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.(*)





